Partisipasi Permainan Tradisional Egrang dalam Olahraga Masyarakat Fortina Kota Medan 2024
DOI:
https://doi.org/10.53905/joska.v2i02.26Keywords:
permainan tradisional, egrang, olahraga masyarakat, kebugaran jasmani, pelestarian budayaAbstract
Objectives: Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam permainan tradisional egrang melalui program olahraga komunitas Fortina di Kota Medan, serta menganalisis dampaknya terhadap kebugaran jasmani dan pelestarian budaya lokal.
Methods: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dengan metode pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan langsung. Kegiatan melibatkan 45 peserta dari berbagai kelompok usia (7-50 tahun) di komunitas Fortina Medan selama 3 bulan (Mei-Juli 2024).
Results: Program berhasil meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam permainan egrang sebesar 78%, peningkatan kemampuan motorik kasar peserta sebesar 65%, dan terbentuknya kelompok pegiat egrang yang sustainable dengan 25 anggota aktif.
Conclusion: Kegiatan pengabdian masyarakat melalui permainan tradisional egrang terbukti efektif dalam meningkatkan kebugaran jasmani, memperkuat kohesi sosial, dan melestarikan budaya tradisional di Kota Medan.
References
Freire, P. (2005). Pedagogy of the Oppressed. New York: Continuum.
Hidayat, A. (2019). Permainan Tradisional sebagai Warisan Budaya dan Media Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 24(3), 215–224.
Kemenpora. (2022). Strategi Nasional Pembinaan Olahraga Masyarakat. Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Kemendikbud. (2022). Laporan Statistik Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Mahendra, D. (2020). Pendidikan Jasmani Berbasis Budaya Lokal: Alternatif Strategi Penguatan Karakter Siswa. Jurnal Pendidikan Olahraga Indonesia, 6(1), 33–41.
Minkler, M., & Wallerstein, N. (2011). Community-Based Participatory Research for Health: From Process to Outcomes. San Francisco: Jossey-Bass.
Nasution, H. (2021). Peran Komunitas Olahraga dalam Peningkatan Partisipasi Masyarakat Kota Medan. Jurnal Sosial Humaniora, 12(2), 88–97.
Nasution, H. (2021). Peran Media Lokal dalam Mendukung Aktivitas Komunitas Olahraga di Kota Medan. Jurnal Sosial Humaniora, 12(2), 88–97.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research and Evaluation Methods. Thousand Oaks: Sage.
Sari, P., & Utami, N. (2020). Egrang sebagai Media Peningkatan Motorik Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Olahraga Tradisional Indonesia, 2(1), 45–56.
Sagala, S. (2013). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Sugiyanto. (2018). Perkembangan Motorik Anak: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: UNY Press.
Supriyanto, E., & Anugrah, R. (2020). Pergeseran Pola Bermain Anak di Era Digital: Ancaman bagi Permainan Tradisional. Jurnal Sosial Budaya, 17(2), 134–148.
UNESCO. (2018). Basic Texts of the 2003 Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Paris: UNESCO.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge: Harvard University Press.
Wahyudi, R. (2021). Pengaruh Game Online terhadap Aktivitas Fisik Anak. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 9(1), 12–21.
Wibowo, R., & Siregar, A. (2020). Dukungan Komunitas dalam Implementasi Program Olahraga Rekreasi. Jurnal Ilmu Keolahragaan Indonesia, 10(1), 55–64.
WHO. (2021). Global Status Report on Physical Activity. Geneva: World Health Organization.
Downloads
Published
Issue
Section
Categories
License
Copyright (c) 2025 Alan Alfiansyah Putra Karo Karo, Fahjri Syahrul, Elza Azhari Br Karo, Ezlina Sinuhaji, Erdiawan Harefa, Fajar Zega, Emong Ikhtiar Bernando Gulo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

